Loksado, Kalimantan Selatan

              Liburan natal-tahun baru kemarin, gue & seorang temen (sebut saja Gaby) dapet kesempatan magang di salah satu pabrik kelapa sawit di Kalimantan Selatan. Jadilah gue yang sebatang kara ini terbang ke Banjarmasin demi kerja praktek. Kok mau sih kerja praktek jauh-jauh? Karena seru, dan seru nggak datang dua kali. Seru nyicipin makanan-makanan unik, dan seru ngeliat daerah baru. Nah, di sela-sela kerja praktek yang sangat hectic itu, gue diboyong sama keluarganya Gaby (yang Banjarmasin asli) ke salah satu objek wisata terkenal di Kalimantan Selatan. Nama daerahnya Loksado

                Loksado adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kalimantan Selatan. Perjalanan dari Banjarmasin ke Loksado dengan jarak sekitar 150 km ditempuh sekitar 3-3.5 jam dengan mobil. Untuk sampe ke sini bisa dengan tiga acara. Bawa mobil sendiri, carter mobil dari Banjarmasin, atau bisa juga pake angkutan umum (naik angkutan antar kota Banjarmasin – Kandangan diterusin angkutan pedesaan Kandangan-Loksado). Jalannya relatif mulus dan sudah diaspal semua, tapi masuk ke area Loksado jalannya nanjak, cukup berliku-liku, dan ada beberapa tikungan yang curam. Memasuki kawasan wisata, pengunjung diminta untuk bayar tiket masuk Rp 2.500,- per orangnya. Di Loksado ini udah disediain banyak penginapan mulai dari yang mewah sampe yang sederhana dan pas di kantong. Kalo mau murah, gue saranin nginep di homestay penduduk. Banyak kok penduduk yang nawarin homestay, tapi kalo datengnya serombongan mendingan pilih penginapan aja karena space di homestay biasanya nggak muat terlalu banyak orang.

                Setibanya dipenginapan sekitar jam 12.00, kita mutusin buat langsung cabut ke Air Terjun Haratai. Air terjun ini konon katanya adalah salah satu air terjun terbesar & tertinggi yang ada di Loksado.  Akses ke Air Terjun Haratai ini sebenernya udah diaspal, tapi tracknya aduhai mak. Kalo kata ibu-ibu “bikin jantung copot”. Karena selain cuma bisa muat satu motor, tracknya memang nggak sehalus aspalnya. Banyak banget tikungan tajem, jalanannya juga naik turun karena ngikutin kontur Gunung Meratus, belum lagi  harus ngelewatin 4-5 jembatan yang banyak lubangnya. Gue saranin kalo mau ke air terjun ini, lebih baik sewa ojek dengan biaya Rp 70.000,- pulang-pergi. Karena selain lebih aman, tukang ojek disini juga udah tau banget seluk – beluk medan yang harus dilewatin. Buat manggil ojeknya bisa langsung aja minta tolong ke empunya penginapan/homestay, mereka akan dengan senang hati nyariin buat kalian. 

                Di sepanjang perjalanan kita bakal ngeliat hutan-hutan rindang tipis dan perkampungan Suku Dayak. Waktu tempuh dari penginapan ke Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit. Setelah melewati medan yang cukup sulit dan menantang adrenalin (bagi tukang ojek, karena gue dibonceng doang) (tapi bisa juga menurut tukang ojeknya udah biasa aja yha) kita sampe di Air Terjun Haratai jam 13.00 an. Setelah bayar tiket masuk Rp 3.000,- di gerbang depan, kita ngelewatin jembatan kayu dan jalan setapak yang nanjak untuk sampai ke air terjun.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

                Air terjunnya sendiri nggak wah-wah amat sebenernya. Nggak terlalu besar dan paling tinggi sekitar 8 meter. Airnya jernihhh bos dan banyak juga yang mandi di air terjun ini. Walaupun nggak terlalu besar dan untuk sampai sana butuh perjuangan,  tapi banyak juga pengunjungnya.

Processed with VSCO with a5 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

                Selain air terjun, di kecamatan Loksado juga ada beberapa wisata alam lain . Salah satunya bamboo rafting. Tapi waktu kesana gue gak nyobain karena airnya lagi surut. Estimasi waktu dari hulu ke hilir kira-kira sekitar 3 jam alias cuma capek ngedayung doang. Harga sekali jalan buat bamboo rafting ini sekitar 300-450 rb dengan kapasitas 4 orang (termasuk guide!). Selain itu ada juga Wisata Air Panas Tanuhi (yang konon asal mula air panasnya dateng ajaib dari atas batu). Lokasinya cuma sekitar 15 menit dari pertigaan antara Kandangan, Tanuhi dan Loksado. 

  • Karena Di Loksado ini nggak ada atm jadi lebih baik bawa cash secukupnya.
  • Nggak ada indomaret, tapi di sepanjang jalan banyak warung-warung kecil dan juga rumah makan.
  • Nggak ada pom bensin, di Loksado bensin dijual per botol. Jadi mendingan isi full tank dari Kandangan.
  • Di Loksado akses internetnya jelek, lek lek. Sinyalnya sekarat banget kalo untuk internetan, tapi kenceng kalo mau telf atau sms.

 
Don’t be a stranger! Catch me on my social media down below
Twitter
LinkedInRSS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s