Hopping Island Belitung

Sabtu, 14 Januari 2017

Pas lagi asik-asiknya ngunyah udang di Mie Atep eh mendadak turun hujan. Asli apes. Saat itu sekitar jam 8.30, dan ujannya deres minta amypun. Gue & Michelle yang hanya butiran debu dan nggak bisa melawan kuasa Tuhan pun cuma bisa bengong mikirin nasib hopping island yang terancam batal. 

Kita memutuskan untuk nunggu di sekitar pelabuhannya aja sambil berdoa dan makanin keripik kentang. Setelah sekian jam nunggu nggak berkesudahan akhirnya ya Puji Tuhan jam 11 an ujan badainya berenti juga. Walaupun masih agak rintik-rintik, kita yang nggak sabaran ini maksa langsung naik kapal (jangan ditiru yha) dan menuju ke pemberhentian pertama, Batu Garuda.

siap blog_170219_0018.jpg

Batu Garuda ini basically ya batu yang penampakannya kayak burung Garuda, walau menurut gue nggak mirip-mirip banget juga sebenernya. Karena waktunya mepet jadinya kita nggak turun disini dan langsung cabut ke Pulau Lengkuas. Sebenernya jarak dari batu garuda ke Pulau Lengkuas ini nggak terlalu jauh yha tapi sumpah deh arusnya itu loh mbak/mas, kayaknya kurang berkenan sama kita jadi bikin luamaaanya minta ampyon.. Sekitar jam 13.00 an kita akhirnya sampe dan langsung makan siang di balai-balai. Pulau Lengkuas ini terkenal karena ada mercusuar setinggi 18 lantai yang masih aktif (kita bisa naik dan ngeliat keseluruhan pulau dari atas mercusuar!)

siap blog_170219_0016.jpgsiap blog_170219_0017.jpg

After eating our precious nasi kotak (yha dari pihak tur emang disediain nasi kotak, tapi porsinya cukup imut jadi kalo misalnya masih laper bisa kok beli popmie/indomie di warung-warung sekitar), kita memutuskan untuk naik ke mercusuar. Masuknya nggak perlu bayar, tapi harus copot alas kaki dan ngebersihin kaki dari pasir pake sponge (disediain sama pihak mercusuar) sebelum naik.

siap blog_170219_0010.jpgsiap blog_170219_0014.jpgsiap blog_170219_0013.jpg

Masyaallah keindahan yang haqiqi ya, parah bagus banget such a jaw dropping moment… Sori lebay tapi beneran bagus deh nggak sia-sia memaksakan naik setelah makan sebaqul (hehehe). Menurut gue pribadi, ini highlight dari hopping islandnya!!! Buat yang takut ketinggian gue sarankan consider lagi kalo mau naik, karena bagian atasnya sempit banget jadi selain agak sulit berpijak, cuma ada pembatas sekitar se-dada yang menghalangi lo dengan laut lepas. Selain itu tangganya juga cuma satu, jadi pengunjung yang naik harus gantian sama yang turun, begitu juga sebaliknya. 

Puas ngeliat view dari mercusuar gue dan Michelle liat-liat ke sekitar pulau yang dikelilingi sama batu granit. Sedikit tips kalo mau naik ke batunya, JANGAN pake alas kaki. Pokoknya jangan. Percayalah sama gue yang udah beberapa kali kepleset ini. Mendingan kalian lepas alas kaki aja karena batunya  licin banget gara-gara sering kehantem ombak air laut.

siap blog_170219_0012.jpgsiap blog_170219_0001.jpg

siap blog_170219_0002.jpg

siap blog_170219_0011.jpg

Belang

Selanjutnya kapal kita bertolak sekitar beberapa ratus meter dari Pulau Lengkuas buat snorkeling. Tapi mungkin karena ombaknya super kenceng akibat hujan besar tadi pagi, jadinya agak susah untuk ngeliat terumbu karang walaupun lumayan terhibur juga karena banyak ikan yang lalu lalang. Bukti keburemannya juga bisa dilihat dari hasil foto yang kurang endes di bawah ini.

siap blog_170219_0005.jpg

Setelah snorkeling yang agak-agak burem, kita lanjut kali ke spot berikutnya, Pulau Batu Berlayar. Pulau ini lumayan mini,  bisa dikelilingin kurang dari lima menit, dan jenis batuannya lebih kasar kalo dibandingin sama yang ada di Pulau Lengkuas tadi (jadi lebih hati-hati ya kalo mau manjat). 

siap blog_170219_0004.jpg

additional_170219_0002.jpg

Michelle yang tadinya nggak mau foto-foto karena masih pake baju renang dan katanya “jelek” akhirnya toh foto-foto juga. Masih ada aja energinya ni anak, sementara gue cuma sanggup fotoin doang. Emang ya, umur nggak bisa bohong.

additional_170219_0001.jpg

additional_170219_0005.jpg

additional_170219_0003.jpgsiap blog_170219_0003.jpg

Spot terakhir yang kita datengin sebelum kembali ke peradaban adalah Pulau Pasir. Pulau Pasir ini keciiiil banget, dan cuma ada pas air lautnya lagi surut. Pas gue dateng ke situ sekitar jam 5 sore, perlahan airnya pasang dan pulaunya nggak keliatan lagi. Di pulau ini kita juga bisa temuin beragam bintang laut mulai yang besar dan merah kayak di foto, sampe yang kecil2 juga ada, tapi jangan dipegang ya, kasian. Setelah itu kita pun balik ke dermaga buat bilas dan bersih-bersih, ada beberapa bilik yang bisa dipake kok. 

siap blog_170219_0006.jpg

additional_170219_0004.jpg

siap blog_170219_0009.jpg

That was the end of my hopping island experience! Sebenernya kalian bisa-bisa aja jalan  ke Belitung sendirian tanpa harus ikut tour/open trip. Karena petunjuk jalan di Belitung jelas, jalannya juga kebanyakan udah diaspal, jadi tinggal aktifin GPS aja buat petunjuk arah kalo mau kemana-mana. Cuma pertimbangannya lagi untuk hopping island sewa kapalnya lumayan mahal dan cukup menohok hati, sehari sekitar Rp 450.000,- s/d Rp 500.000,-. Tapi sebenernya ada kok tour sehari yang khusus buat hopping island doang (per orang biayanya sekitar Rp 300.000,-)

Notes :

  • Amabel Tour, Rp 900.000,- per orang untuk 3 hari 2 malam termasuk penginapan, hopping island (snorkeling, pelampung), makan siang (2 hari), air minum 1 botol/hari, tiket masuk SD Laskar Pelangi. Tapi tidak termasuk makan malam (2 hari) Cp : (Dinda 081949305465).
  • Read my another experience in Belitung :

1. Open trip Belitung

2. Bolang naik motor di Belitung

Advertisements

2 thoughts on “Hopping Island Belitung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s