Melarikan Diri ke Pulau Tidung

Siapa bilang jalan-jalan ke pulau harus pake nginep? Gue yang jenuh dan penat ini berhasil melarikan diri dari kenyataan (walau cuma setengah hari doang) ke Pulau Tidung. Cocok untuk kalian para abdi korporat yang mau bervakansi tapi butuh yang cheap and fast. 

Terakhir kali gue ke Pulau Tidung sekitar tahun 2013, waktu itu naek kapal getek dan makan waktu sekitar 3 jam. PP 6 jam. Pantat kayak triplek, keras, pokoknya tipish bos, kayak dompet pas akhir bulan. Subahanalove untungnya kepergian kali ini barengan sama kantor jadi lebih beradab. Kita pake jasa dari www.tauhitidung.com, per orang untuk one day Pulau Tidung Tour seharga Rp 500.000,-/orang pake speedboad dari Marina, Ancol.

Minggu, 6 Agustus 2017

Gue pergi pas weekend, tepatnya hari minggu. Dengan kebulatan tekad kita berangkat dari Cibitung (Bekasi sonoan lagi) ber 30 ke Marina Bay Sands  Pelabuhan Marina Ancol. Jam 7 pagi speedboat berangkat dari dermaga Marina. 

Tidung_170903_0002.jpg

Tidung_170903_0001.jpg

Speedboatnya ini full ac, bahkan ada tvnya juga. Gue pun pulas tertidur dibuai goyangan selat sunda. Perjalanan Ancol – Pulau Tidung cukup 1 jam aja, sekitar jam 8.00 kita udah menginjakan kaki di Pulau Tidung. 

Tidung_170903_0003.jpg

Mungkin karena weekend, pulau Tidung yang luasnya cuma segede jok motor n-max itu rameee sekali. Tapi tidak apa-apa, kesumpekan itu terbayarkan karena setelah nyampe kita langsung diarahin ke arah tempat makan buat minum es kelapa muda, dilanjutin dengan acara ngeliwet (walau seadanya dan kebanyakan nasi doang kalo dibandingin sama lauk-pauknya) lumayan juga buat ngeganjel perut.

Tidung_170903_0004.jpg

Tidung_170903_0007.jpg

Tidung_170903_0008.jpg

Setelah makan dengan porsi nasi yang bar-bar ini, rombongan cabut ke penginapan (1 day) naro barang, ganti baju, dan siap-siap snorkeling. Penginapannya nggak terlalu jauh, (((bahkan))) dari pihak tour nyediain sepeda. Tapi gue yang cinta alam ini tentu saja lebih memilih untuk jalan kaki instead of naik sepeda.

Tidung_170903_0011.jpg

Tidung_170903_0012.jpg

Tidung_170903_0010.jpg

Di sepanjang jalan otvv ke penginapan, banyak banget tempat makan. Kebanyakan warung-warung seafood atau bakar-bakaran. Tapi, salah satu yang harus banget dicobain adalah Bakso malang Pulo Tidung. Yes, you read it right….Bakso Malang. Karena memang seenak itu dan sayang untuk dilewatkan.

Tidung_170903_0018.jpg

Tidung_170903_0013.jpg

Tidung_170903_0023.jpg

Tidung_170903_0024.jpg

Bentuk penginapannya berupa komplek yang isinya rumah-rumah panggung adat Sunda yang didominasi kayu. Nggak terlalu besar, di dalemnya ada kasur, tv, dan kamar mandi untuk bilas-bilas. Entah kenapa walaupun di tepi pantai, area penginapannya teduuuuh banget, mungkin karena banyak payung yang digantung-gantung kayak foto-foto di atas. Nama penginapannya, payung teduh. Gadeng.

Tidung_170903_0014.jpg

Puas bersih-bersih kita pun cabut ke dermaga lagi buat snorkeling. A s e l i nauzubillah min zalik panasnya api neraka bocor ke pulau serebu. T e r i q coi. Sekitar ber 30 kita naik kapal getek ke area snorkeling.

Tidung_170903_0006.jpg

Tidung_170903_0009.jpg

Perjalanan ke area snorkeling cuma sekitar 30 menit naik kapal getek. Puji Tuhan selain nggak ujan, ombaknya juga nggak terlalu gede. Cuma tetep aja, bukna ibu-ibu namanya kalo hebohnya nggak minta ampun. Saran gue pintar-pintarlah cari tempat duduk, jangan duduk di samping kapal yang kena ombak, karena lo akan basyah basyah basyah seluruh tubuh mandi airgaram.  

Tidung_170903_0016.jpg

Tidung_170903_0019.jpg

Tidung_170903_0021.jpg

Disini, kita boleh ngebuang makanan ke laut ngasih makan ikan, kebetulan bapak-bapak ini bawa bakwan yang akhirnya jadi korban persembahan. Dan emang bener sih, ikannya kepancing semua ke atas.  Tapi sayangnya………jenis ikannya cuma 1 yang bergararis-garis item putih doang wq dengan sangat rakus ngelahap bakwan. Ini laut apa akuarium ikan hias.

Tidung_170903_0020.jpg

Enaknya lagi, keseruan nggak berhenti setelah snorkeling karena masih ada acara naek banana boat/donat terbang (masing-masing bisa pilih 1) yang udah include sama paketnya tauhitidung alias kita ndak usah bayar lagi. Lumayan seru menghilangkan kejenuhan sesaat walau track banana boatnya juga ndak jauh-jauh amat. 

Tidung_170903_0005.jpg

Tidung_170903_0022.jpg

Tidung_170903_0017.jpg

Capek-capek setelah snorkeling dan main banana boat, dari pihak tour nyediain lagi makan siang berupa nasi kotak sekitar jam 1 an yang ludezZzzZ habis dimakan di penginapan. Selesai beberes dan mandi2 chantik, siang Sekitar jam 3 an kita udah cabut lagi ke Jakarta, sama kayak pas pergi cuma 1 jam doang mengarungi laut samudera. Saran gue sih kalo misalnya duit di kantong agak tipis dan lo punya banyak waktu, lebih baik ikut open trip yang 3 hari 2 malem (biasanya bernagkat dari Pelabuhan Muara Angke) apalagi harganya relatif lebih murah.

Tapi if you have limited time, dan mau hepi-hepi haha hihi just for one day only ya mendingan ikut one day trip yang cepet tapi lengkap kayak punyanya www.tauhitidung.com , walaupun lumayan pricey tapi  gue pribadi cukup satisfied dengan tour yang diberikan.

Sampai ketemu di jalan-jalan selanjutnya, ciao!

Don’t be a stranger! Catch me on my social media down below
Twitter
LinkedInRSS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s