12 hours in Yogyakarta

Sedikit cuplikan yang mau gue share tentang trip gue ke Yogya yang cuma setengah hari alias 12 jam doang boy kayak jalan-jalan ke mall. Ini travelling ter padat yang pernah gue coba, super packed dan gak ada leha-lehanya samasekali. Satu hal yang harus diingat kalo mau ke Yogya : jangan pas hari libur! Aslee kalo gak macet di mana-mana, tempat yang mau dikunjungin pun dapetnya pasti gak banyak.Gue pakai jasa tour dan travel dari Tugu Wisata, info selengkapnya bisa cekidot! Harga yang mereka tawarkan sudah termasuk dengan kendaraan, tour guide merangkap sopir, dantiket ke tempat wisata. Jadi gak usah pusying.

Jam 9 nyampe di Bandara Adisucipto Yogyakarta, tanpa ba bi bu langsung cabut ke destinasi pertama buat sarapan yaitu Gudeg Yu Djum.

1. Gudeg Yu Djum

Processed with VSCO with hb2 preset

Kita sarapan di Gudeg Yu Djum dekat Bandara Adisucipto. Sebelumnya gue udah pernah cobain cabangnya yang di area Plengkung Gading, tapi entah kenapa jauh lebih enak yang di deket bandara ini. Mungkin selain lebih ramai (banyak yang makan pas mau ke bandara atau setelah keluar dari bandara), dekorasinya juga lebih kece.

Gue pesen 1 porsi lengkap dengan krecek, gudeg, dan paha atas (besar), total sekitar Rp 40.000,- belum termasuk minum. Menurut gue lumayan mahal, walaupun isinya juga banyak. Tapi nasinya sedikiiit banget, lauknya kebanyakan jadi nasinya udah abis lauknya masih sisa setengah, hu. 

2. Keraton Yogyakarta

Destinasi kedua adalah Keraton Yogyakarta, waktu menunjukan pukul 10.30. Tiket masuk Rp 3.000,- buat wisatawan domestik plus Rp 1.000,- untuk permit foto-foto. Di sini bisa pake tour guide (dari keraton), mereka juga sediain tour guide yang bisa english, spanyol, mandarin, japanese, you name it!

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with  preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Foto atas : Tempat tinggal putra/putri keraton, pengunjung tidak boleh masuk jadi kita hanya foto-foto dan memandangi keindahan dari jauh aja… Asli kinclong banget, furnitur dan perkakasnya yang emas itu emang ada lapisan emasnya. Mevvah luar biasa.

Foto bawah : tour guide dari keraton sedang menemani seorang ibu. Yang bikin gue salut, perlakuan para tour guide ini ke pengunjung yang rombongan maupun pengunjung yang individu sama aja, penjelasannya lengkap banget, gue sambil curi-curi denger sedikit.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Salah satu hal yang paling kusuka saat berkunjung ke Keraton : ngeliatin dan foto-foto tile nya. Lucu-lucu banget ga ada obat.

Selain itu mereka masih banyak nyimpen gamelan di sudut-sudut bangunan maupun di pendoponya karena setiap ada acara pasti mainin lagunya pakai gamelan. I was wondering (katanya sih) gamelan nya sering bunyi kalo malem ehe.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Lovin the keraton’s architecture, i mean look at it bagus banget anjeeer.  Also the colors are mesmerizing. Lupa nanya sih apakah ini emasnya asli atau bohongan. Tapi kayaknya asli. hehe.

Processed with VSCO with hb2 preset

3. Wedang Kopi Prambanan

Karena kita berencana ke Candi Prambanan, akhirnya untuk mempersingkat waktu kita sengaja makan di area sekitar Candi. Gue baru tahu ada tempat ini setelah dikasitau sama tour guide nya. Entah kenapa lebih berasa kayak di Bali daripada di Yogya, mungkin karena kanan kirinya sawah membentang. Dan sekilas ketutupan pohon-pohon kita bisa lihat Gunung Merapi.

Processed with VSCO with hb2 preset

Konsep makannya semi prasmanan – kita ambil sendiri, lalu nanti dihitung sama mbak nya. Total gue habis sekitar Rp 27.000,- dengan komposisi nasi, kerupuk, 1 lauk (telur sarang burung/pepes ikan, 3 sayur (bunga pepaya yang mantep banget p4r44444h, sop, dan daun pepaya). Makanannya disini jawa banget, dengan nuansa asri pedesaan. Temanya outdoor dengan saung-saung gitu. Pokoknya gak panas dan sejuk banget banyak angin sepoi-sepoi banget.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Selain makanan berat, tempat ini juga nyediain cemilan. Kita jajal tempe goreng dan pisang goreng. Pisang gorengnya sih manis banget parah, lembut juga. Komposisi sama tepungnya pas dan gak berlebihan. Bisa makan 2-3 pisang sekali lahap, kalo satu kurang hehehe.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Overall gue lumayan recommend untuk cobain makan di Wedang Kopi Prambanan. Harganya gak nguras kocek, dan makanannya juga authentic jawa banget.

4. Candi Prambanan

Puas mengisi perut, kita pergi ke destination ke 5, Candi Prambanan. Harga tiket Rp 40.000,- untuk domestik, dan beda lagi kalo misalnya mau ditemenin sama tour guide. Walaupun gue ke sini hari minggu, tapi gak terlalu ramai, mungkin udah lumayan sore.

Yang paling penting kalo mau kesini – pakai sunblock karena mataharinya nyengat banget dan jarang ada pohon, dan bawa botol minum. Ada sih tukang jualan minuman tapi lokasinya malah di pintu keluar – which is udah gak panas-panasan lagi.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Foto atas : Gempa Yogya tahun 2006 sedikit banyak berkontribusi terhadap beberapa bangunan yang hancur, ada rencana dari pemerintah untuk revitalisasi tapi sulit karena banyak bagian-bagian bangunan yang hilang.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Selain turis domestik gue malah lebih banyak nemuin turis dari mancanegara. Gue saranin kalo mau ke sini mendingan sore aja sih banyak angin sepoy2, jangan siang hari karena panas banget bosss. Pohonnya juga jarang-jarang gitu agak pitak-pitak.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

I had so much fun exploring Candi Prambanan!!! Cukup lama sih gue keliling kompleks Candi Prambanan. Mungkin sekitar 2 jam minimal untuk eksplore. Waktu itu gue juga udah pernah ke Candi Borobudur, tapi kalo gue bandingin Prambanan dan Borobudur – Borobudur jauh lebih wow sih. Mungkin karena kemegahannya ya, tapi ya itu Borobudur rameee banget parah. Jadi gue kurang bisa menikmati keindahan Candi Borobudur nya. Beda sama Candi Prambanan yang lebih kecil kompleks Candinya, entah kenapa seperti lebih intimate lingkungannya. Seperti terngiang-ngiang – kalo Roro Jongrang and jin team dulu pernah bangun Candi hehehe.

5. Sate Klatak Pak Pong

Setelah puas jalan-jalan di Prambanan, kita cabut ke Sate Klatak Pak Pong. Lokasinya agak jauh mungkin perjalanan sekitar 1 jam dari Candi Prambanan. Sayangnya karena udah agak sore, beberapa menu sudah ludhes jadi aku ndak bisa nyicip.

Dari menu-menu yang masih tersisa pesanlah kita sate kambing kecap biasa dan sate klathak (tengklengnya abis, mewek aku). Baru pertama kali nyobain sate kambing kecap nya, gue pikir bakal bau bandot ternyata nggak samasekali!!!!!! Sate kambing kecap ter-enak yang pernah gue cobain. Kalo sate klathaknya memang gak usah diragukan lagi karena favoritku.

Saran gue kalo mau ke sini mending all out aja nyobain semua nya (kalo ada budget, hehehe). Urutannya yang paling gue suka adalah sate klathaknya – tengkleng – sate kambing kecap.

Processed with VSCO with hb2 preset

Kalo makannya ber dua maka yang pas adalah pesen masing-masing satu porsi, lalu tambah 2 nasi hangat dan 2 es teh manis. Syegerrrrrrrr. Pulang dari sini gue selalu : pusing, keliyengan, dan leher kenceng karena kolesterol naek. hu. Tapi selalu ingin balik karena se worth it itu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s