8 Hari Keliling Myanmar (Bagan – Mandalay – Yangon)

Reaksi semua orang ketika gue bilang akhir Oktober 2019 mau pergi ke Myanmar : Ngapaen jir. Emang ada apaan? Bahkan ada yang nanya : waduh ngurus visanya gimana? Myanmar itu masih termasuk ASEAN bos, jadi gak usah pakai visa.

Cerita singkatnya adalah karena sekitar bulan May 2019 gue ngeliat postingan Febrian tentang Bagan, salah satu kota di Myanmar yang kok kayaknya masih jarang yang pergi ke tempat ini, tapi subahanalove indah sekali karena banyak hot air balloon nya. Gue pun mengajak Shinta yang langsung meng iya kan untuk travel ke Myanmar. Berapa orang yang pergi? Ber 2 saja. Kok cuma berdua dan cewek pula?

Sampai saat ini gue masih percaya semakin sedikit orang yang pergi means semakin mudah ngaturnya. Mungkin idealnya sekitar 4 orang masih ok, lebih dari itu kebanyakan dan bikin repot.

Lama nya berapa hari? Setelah ditimbang kita memutuskan untuk pergi selama 8 hari dengan rute Jakarta-Singapore-Yangon-Bagan-Mandalay-Yangon-Singapore-Jakarta. Total naik pesawat sebanyak 4 x dan bus 3 x. Ini hasil searching dan nontonin semua video tentang Myanmar yang ada di Youtube – berhubung minim sekali orang Indonesia yang jalan-jalan ke sini, susah nemuin info yang lengkap tentang travelling ke Myanmar. Tapi semakin minimnya informasi ini kok aku ini jadi semakin tertantang karena rutenya belum banyak yang tahu dan masih harus meraba-raba internet sekitar.

Peta

1.Waktu. Karena tujuan utama kita adalah ke Bagan untuk ngeliat hot air balloon, kita pun nyocokin waktu dengan season hot air balloon nya. Mostly adalah October – February, maka kita pergi sekitar akhir bulan October. Kira-kira seminggu cukup untuk keliling ke 3 kota ini (Bagan-Mandalay-Yangon), tapi kalo mau lebih puas lagi dan keliling Inle Lake mungkin harus tambah sekitar 2 hari. Kurang lebih pembagian harinya adalah seperti ini :

Day 1 – 3 : Bagan

Day 4 – 6 : Mandalay

Day 7 – 8 : Yangon

2. Tiket. Nggak ada pesawat yang direct dari Jakarta-Myanmar, semuanya harus transit antara di Kuala Lumpur, Singapore atau Thailand. Ini juga makan waktu karena transitnya lumayan lama, kasih waktu cukup lama untuk transit (3-4 jam). Kenapa? Untuk menghindari diburu-buru pas lagi transit. Selain itu kalo harganya gak terlalu beda, lebih baik pakai airlines yang sama. Kenapa?

  • Airline yang sama akan nungguin kalian walaupun flight pertamanya telat, sementara airline yang berbeda pasti langsung capcus ninggalin kalian.
  • Kalau bawa bagasi gak perlu repot-repot ambil bagasi di tempat transit dan keluar ke imigrasi karena bagasinya langsung ditransfer dan bisa diambil di destination.

Tiket Pesawat

Nggak terlalu mahal dan nggak terlalu murah, standar aja gitu dapet tiketnya dari traveloka & tiket.com. Yang enak adalah karena masih sama-sama negara ASEAN, kita nggak perlu pakai VISA. Tiket gue PP udah termasuk bagasi 10 kg per orang (karena bagi dua sama Shinta).

Pesawat

Tiket Bus

Setelah cek en ricek ternyata ada dua cara untuk pindah kota di Myanmar, bisa dengan pesawat, bus atau kereta. Naik pesawat kira-kira 1 jam aja tapi lumayan mahal, bus sekitar 8 jam, kereta bisa 18 jam tapi jauh lebih murah (18 jam itu ngapain di jalan bu). Kita pun mutusin untuk naik bus aja karena kebanyakan blog bilang naik bus lumayan aman sekaligus bisa pangkas cost untuk nginep, makanya kita pesan bus-bus malam ini.

Bus

Total per orang habis sekitar Rp 510.000,- untuk 3 trip, gue pesen di http://www.easybook.com dan tinggal print aja e-ticketnya, trus bawa ke mbak-mbak yang jaga hehehe.

3. Akomodasi. Karena pindah-pindah ke 3 kota kita nginep di beberapa penginapan.  Kita pilih yang seadanya aja, yang penting udah termasuk breakfast, wifi, dan toiletnya bersih, karena toh kita akan jalan-jalan juga selama pagi sampai malam, nyampe penginapan juga udah blek tidur aja gitu. Walaupun bukan hotel bintang ini udah nyaman banget menurut gue. Bahkan di hari terakhir kita sempet nginep di backpacker hostel yang gabung sama orang asing ber 4 satu kamar, tidur paling pules dan bangun jam 8 pagi hahaha.

Akomodasi

Gue akan coba bahas sekilas mengenai hotelnya :

Hotel paling nyaman dan paling ter-hotel selama trip ini. Pewe banget termasuk karena ada bean bag di dalam kamarnya buat leha-leha. kamar mandi dan keseluruhan ruangannya juga bersih, breakfastnya standar (telur, roti dan strawberry jam, bihun goreng, mie goreng, coffee and tea)

Dari segi fasilitas ini lumayan lengkap, karena ada pool, bar dan kalo suka main bilyard ada arena bilyard di lt 1 yang bebas dimainin kapanpun. Selain itu mereka juga provide sepeda gratis, gue ulangi sepeda gratis bagi kalian yang gak mau nyewa e-bike bisa keliling Bagan naik sepeda. Overall ini tempat nginep paling bagus selama stay di Myanmar.

Baobabed1

baobabed 2

Karena Baobabed terlalu mahal, maka pindahlah kita ke Thumbula Hotel. Kayaknya jarang ada turis yang nginep disini, resepsionisnya nggak terlalu fasih ngomong bahasa inggris jadi kupakai juga google translate. Letaknya ada di pinggir jalan persis, deket sama pasar dan Shwezigon Pagoda, salah satu icon di Bagan.

Vibes pertama setelah masuk…. idih tua banget hotelnya. Dan lebih mirip kos-kosan daripada kamar penginapan. Tapi overall masih enak, yang penting kamar mandinya bersih, lucunya lagi walaupun kamarnya super sederhana di kamar mandinya pakai bath tub! Breakfast nya juga standar, tapi lucunya pas breakfast kita gak ngambil sendiri tapi serba diserve sama waitressnya, gue mau panggang roti sendiri aja gak dibolehin hahaha.

Di hotel ini gak menyediakan sewa e-bike. Tapi kalau kita mau sewa, resepsionisnya dengan senang hati akan langsung pinjempin dari tempat peminjaman terdekat dan diantar ke hotel, keren ga tuh.

thumbula1

Ini hotel dengan dekorasi paling mevvah sih diantara yang laiinya, AC nya juga super dingin. Pas masuk awalnya agak aneh karena lobby dan ruang tunggunya remang-remang gitu. Tapi kok ternyata interior dalemnya mengusung konsep kemevvahan.

diamondrise1

Termasuk sama kamar mandinya yang ber bath tub – mungkin ini udah jadi kebiasaan kamar mandi di Myanmar. Padahal harganya gak nyampe 300 rb per malam. Ini juga hotel yang nyediain breakfast paling lengkap sih, ada main course, pastry, dan dessert juga. Terlengkap kalo dibandingin sama penginapan lain yang cuma nyediain roti dan telor ceplok. Pokoknya best value for money!diamondrise2

Kalau tadi penginapan ter mevvah, ini penginapan ter sederhana di trip kita kali ini, karena sekamar harus barengan sama 2 orang lain (total 4 org dalam 1 kamar). Jadi ala-ala backpakcer gitu lah, kamar madinya 1 tapi ada di dalam kamar. Tapi ter emejingnya, walaupun sekamar sama orang asing yang cuma say hi dan gak dikenal samasekali, disini gue tidur paling pules. Pules aja gitu sampe katanya Shinta mau ngajak gue ngobrol sekitar jam 10 an gue udah sleepin on ma crib puleszZZzz.

Kita pilih hostel ini buat nginep karena ratingnya yang bagus banget di TripAdvisor. Awalnya kita bingung kenapa hostel ini bisa seterkenal itu padahal service nya biasa aja, breakfastnya juga biasa (toast bread, egg & jam). Ternyata adalah karena : kita boleh mandi lagi di kamar walaupun udah check out. Itu dia yang mungkin gak diperbolehin sama tempat nginep lain. Terbukti pas gue mau otw ke Bandara, sekitar jam 4 sore ada 3 orang yang nunggu buat mandi (padahal semuanya udah check out!)

bb1bb2

(masing-masing orang dikasih loker untuk nyimpen barang berharga bawaannya, dan kalian juga bakal dikasih kunci lokernya. Kalo gue yang penting dompet dan tas gue pegangin aja dan taro di sebelah gue pas mau tidur hehehe.

4. Transport. Transport gak kalah penting nih, karena menentukan mobilitas kita di kota tersebut. Masing-masing kota lumayan unik menurut gue, dipengaruhi faktor transportasi tersebut. Gue coba jabarin transportasi yang gue pake di masing-masing kota ya.

Bagan : Paling enak jujur di Bagan, tinggal sewa e-bike aja seharga 5.000 kyat per orang atau 8.000 kyat boncengan berdua. Murah banget karena ini harga 1 day (gak dibatasin per berapa jam), dan gak perlu lagi bayar bensin. Penampakannya kayak di bawah ini, gue yang dibonceng Shinta hehe.

k

Mandalay : Kedua paling enak di Mandalay. Sebenarnya ada 4 opsi, sewa motor, naik go ride, naik tuk-tuk atau bahasa keren nya disini Thone Bhane, dan naik taksi. Tadinya kita mau sewa motor aja, tapi di Mandalay ini trafficnya lumayan gawat walaupun gak se hectic Jakarta. Kita pun mengurungkan niat. Kalau naik go ride sendiri-sendiri kok kayaknya gak ekonimis. Sedangkan kalau naik taksi ya agak kemahalan, akhirnya kita pilih naik Thone Bhane. Thone Bhane ini juga udah terdaftar di grab, jadi kalo mau pesen ya cukup order lewat grab aja seperti biasa. 1x perjalanan jarak tempuh 2-3 km ya paling sekitar 1.700 kyat sampai 2.600 kyat, setara 17k – 26k dalam rupiah. Pokoknya ini favorit kita banget.

Yangon: Nah kalau di Yangon, gak ada motor samasekali, yang boleh naek motor adalah polisinya, jadi selain polisi gak boleh naik. Lucu ya? Katanya sih supaya mengurangi kemacetan dan kesemrawutan. Akhirnya kita pun jatuh pada satu pilihan ; naik taksi. Taksi yang dimaksud juga udah terdaftar di Grab, jadinya gampang banget kalau mau order. Tarifnya mulai dari 1.500 kyat atau setara dengan 15k rupiah.

5. Itinerary. Gue coba share itinerary gue selama perjalanan kemarin, ini dibuat pre-keberangkatan jadinya ya sangat ideal sekali. Pas di lapangan ya kondisinya ora ngono. Banyak yang harus disesuaikan sana-sini, ngikutin kondisi badan yang makin hari makin berasa juga capeknya.

Myanmar 2

Untuk real perjalanannya akan gue update di post selanjutnya, tungguin yachhhhh (geli). Total Biaya Perjalanan kali ini rinciannya seperti berikut ini, paling besar sudah pasti di pesawat terbang, penginapan, dan tiket bus untuk move antar kota. Yang tidak kalah besar lagi adalah untuk makan, apalagi di area Bagan itu makanannya mahal-mahal semua hikx.

1

2

Semoga post gue kali ini bisa menginspirasi siapapun kalian yang belum tahu jadi mau dan tertarik buat pergi ke Myanmar. Yuk!

Read my another holiday experiences in Myanmar!

Don’t be a stranger! Catch me on my social media down below
Twitter
LinkedInRSS

2 Comments

  1. […] 08.00 Breakfast and Bed Backpacker Hostel – Lapor dulu ke resepsionis hostel, taro carrier, dan bersih-bersih dikit pakai fasilitas hostel. Hostel ini lumayan terkenal di kalangan backpacker, kita pilih yang bunkbed dengan 4 orang per kamarnya. Review lengkap hostel ini bisa kalian liat di post gue yang sebelumnya ya. Selain harganya yang murah banget (85k/night untuk satu orang, udah termasuk breakfast!) kamarnya juga bersihhh. Review lebih lengkap tentang hostel ini bisa dicek di post gue yang ini! […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s